Inspirasi Ramadhan NLP Training Kepemimpinan

Inspirasi Ramadhan #1: Mengakses Perasaan Senang dengan NLP

Saya sedang berjalan ke mesjid, saat mendengar azan Maghrib pertama di bulan Ramadhan. Ada perasaan senang yang membuncah di dada menyambut datangnya bulan mulia ini. Sampai-sampai setitik air mata bahagia mengalir begitu saja membasahi mata.

Mungkin karena membayangkan betapa besarnya rahmat dan ampunan Allah di bulan ini, betapa banyaknya dosa yang sudah dilakukan dan akan dihapuskan, berapa banyaknya pahala yang diberikan, dll.

“Perasaan bahagia ini kan state of mind juga,” pikir saya saat itu. State of Mind adalah kondisi pikiran-perasaan-fisiologi yang saling mempengaruhi sehingga membentuk ‘rasa’ tertentu. Bisa bahagia, semangat, khusyuk, tenang, dsb.

Saya pun berpikir, bagaimana yaa kalau perasaan senang itu dijadikan sumber daya sehingga setiap hari tetap merasa senang seperti itu, bahkan lebih? Apa saja yang bakal meningkat karena pengaruh rasa senang itu? Mungkinkah semangat beribadah jadi makin meningkat selama Ramadhan?

Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa sahabat lakukan, untuk secara sengaja memunculkan dan mengakses perasaan bahagia sahabat sendiri. Mudah-mudahan dengan keterampilan ini, kita semakin bahagia dan semangat menjalani setiap ibadah Ramadhan sampai akhir.

1. Pikirkanlah hal yang membuat Anda senang Ramadhan ini, lihat gambarnya dalam pikiran Anda, sadari maknanya bagi Anda, ubah posisi tubuh Anda ke dalam posisi bahagia.

2. Perbesar kondisi bahagia itu dengan memperjelas apa yang ada di dalam pikiran (gambar, suara, rasa, makna) sampai Anda merasa perasaan itu adalah puncak bahagia.

3. Persis sebelum mencapai puncak rasa bahagia itu, sampai sebelum rasa bahagia itu menurun kembali, berilah simbol unik yang jarang dibuat dan mudah Anda ingat/lakukan kembali secara spesifik. Bisa gerakan tangan, ucapan tertentu, self talk, dsb. (Dalam NLP ini disebut dengan Anchor atau jangkar)

4. Ulangi langkah 1-3 beberapa kali sampai terasosiasi bahwa simbol itu identik dengan perasaan bahagia tersebut.

5. Jika prosesnya sudah benar, Selamat, Anda dapat mengakses kembali rasa bahagia tersebut kapanpun Anda inginkan dengan membuat kembali simbolnya.

Selamat menjalankan ibadah Ramadhan,

Nur Hadi Nainggolan
Trainer & Consultant

#NLP #Ramadhan #Inspirasiku #Senang #Bahagia #StateOfMind #Khusyuk

Cara Agar Akrab Dengan Orang Lain

Cara Agar Mudah Akrab Dengan Orang Lain

Pernahkah Anda melihat sepasang kekasih yang sedang berjalan bersama? Atau dua orang sahabat karib yang sedang asyik mengobrol? Atau sekelompok anak sekolah yang berjalan dengan riang? Apa kesamaan yang ada pada mereka? Berikut ini adalah cara agar mudah akrab dengan orang lain, seperti keakraban orang-orang yang disebutkan di atas.

Salah satu kesamaan yang sering dan paling mudah kita perhatikan adalah kesamaan Fisiologis. Di dalam NLP, kesamaan fisiologis merupakan salah satu tanda (indikator) bahwa keakraban sudah terjalin. Kesamaan ini tentunya terjadi tanpa disadari (terjadi di pikiran bawah sadar) mereka. Sebaliknya, apabila kita ingin memunculkan keakraban, maka yang kita lakukan adalah menyamakan fisiologisnya.

Menyamakan fisiologis ini, di dalam NLP disebut dengan  Read More

Belajar Percaya Diri Dari Badut Marsha

Belajar Percaya Diri Dari Badut Marsha

Saat melihat badut Marsya menari-nari di perhentian lampu merah jalan Margonda Raya, saya mendapatkan inspirasi untuk belajar percaya diri bagi teman-teman sekalian. Badut Marsya berwarna biru muda itu, demi mendapatkan pemberian pengendara, menari-nari menggoyangkan tubuhnya sedemikian rupa untuk menarik perhatian. Cara jalannya sambil setengah melompat terlihat ceria, goyangan pinggulnya patah-patah, tubuhnya meliuk-liuk, dan kepalanya mengangguk-angguk. Mirip sekali seperti kelakuan si Marsha, dalam film kartun “Marsha and the Bear” itu.

Saya pernah melihat siapa orang di dalam badut Marsya itu di lampu merah yang sama. Seorang pemuda berkulit coklat sedikit agak tinggi, terlihat agak serius orangnya. Pernah, sambil mengenakan pakaian Marsya, ia membuka “topeng” nya. Mungkin karena panas yang bersangatan, juga terbatasnya udara di dalam topeng Marsha itu, keringat pun mengalir deras di wajahnya. Dan anehnya, perilakunya pun berubah seketika menjadi serius, pendiam dan kaku, tak seperti Marsha lagi saat melepas “topeng” itu.

Lalu apa hubungannya dengan Percaya Diri? Read More

Bullying dan Tidak Percaya Diri

Bullying dan Tidak Percaya Diri

Salah satu video yang sedang viral di internet memperlihatkan bagaimana peristiwa bullying terjadi. Dalam video tersebut, korban yang diduga berkebutuhan khusus sedang ditarik seorang mahasiswa dengan ditertawakan oleh rekan-rekannya yang lain. Korban pun sempat terhuyung dan berjalan sempoyongan mendapat perlakuan itu.

Tak tanggung-tanggung, gara-gara kasus itu, Menteri Pendidikan pun sampai menanggapi. “Kalau ada bullying semacam ini, rektorlah yang harus menindak dan rektor sudah bertindak memberikan sanksi (kepada) tiga orang itu,” ujarnya seperti dikutip dari Kompas.

Saya pun jadi teringat Read More

Resolve Model

R.E.S.O.L.V.E Model

Kali ini saya akan membahas sebuah model pendekatan yang dikemukanan oleh Dr. Richard Bolstad dalam membantu orang lain, yaitu RESOLVE Model. Tadinya, pendekatan ini hanya terbatas dalam dunia terapi saja. Namun ternyata kalau ditelaah lebih dalam, maka model ini juga dapat dipakai dalam banyak hal. Setelah Anda membaca akronim dari RESOLVE ini, Anda akan segera menyadari dapat dipakai di bidang apa saja model ini.

  • Resourcefull state for the practitioner

Artinya sebelum membantu orang lain, maka kita perlu berada dalam kondisi yang penuh sumber daya dahulu. Misalnya percaya diri, yakin, semangat, tenang, fokus, dll. Read More