Belajar Percaya Diri Dari Badut Marsha

Belajar Percaya Diri Dari Badut Marsha

Saat melihat badut Marsya menari-nari di perhentian lampu merah
jalan Margonda Raya, saya mendapatkan inspirasi untuk belajar percaya diri bagi teman-teman.

Seperti Anda tahu, percaya diri sangat dibutuhkan dalam melakukan persuasi. Saya sudah pernah bahas di tulisan RESOLVE MODEL.

Badut Marsya berwarna biru muda itu, demi mendapatkan pemberian pengendara, menari-nari menggoyangkan tubuhnya sedemikian rupa untuk menarik perhatian.

Cara jalannya sambil setengah melompat terlihat ceria, goyangan pinggulnya patah-patah, tubuhnya meliuk-liuk, dan kepalanya mengangguk-angguk. Mirip sekali seperti kelakuan si Marsha, dalam film kartun “Marsha and the Bear.

Saya pernah melihat siapa orang di dalam badut Marsya itu di lampu merah yang sama. Seorang pemuda berkulit coklat sedikit agak tinggi, terlihat agak serius orangnya.

Pernah, sambil mengenakan pakaian Marsya, ia membuka “topeng” nya. Mungkin karena panas yang bersangatan, juga terbatasnya udara di dalam topeng Marsha itu, keringat pun mengalir deras di wajahnya.

Dan anehnya, perilakunya pun berubah seketika menjadi serius, pendiam dan kaku, tak seperti Marsha lagi saat melepas “topeng” itu.

Lalu apa hubungannya dengan Belajar Percaya Diri?

Manusia punya kemampuan merubah kondisi pikiran secara seketika. Kita bisa lihat dari kejadian badut Marsha jalanan itu. Dengan bekal pakaian tertentu, ia bisa merubah pikiran dan perilakunya secara drastis 180 derajat.

Bayangkan, seorang pemuda serius dan pendiam, bisa “menjadi” kekanak-kanakan seperti Marsha.

Di dalam ilmu NLP (Neuro-Linguistic Programming), kalau perilaku yang kelihatan sudah berubah, pasti diikuti juga dengan perubahan kondisi pikiran atau kita biasa menyebutnya state of mind.

Melalui kejadian di atas kita bisa menciptakan teknik merubah state of mind ini. Tapi tentu saja kita tidak harus repot-repot menjadi badut dulu.

Bagaimana caranya?

Pertama, pikirkanlah seseorang yang Anda anggap memiliki Kepercayaan Diri yang sangat tinggi. Tokoh publik, artis dan model, pembicara hebat, guru atau dosen, orang tua, saudara, bisa siapa saja.

Kedua, amatilah perilakunya, gerak-geriknya, ekspresi wajahnya, tatapan matanya, senyumannya, cara ia berjalan, caranya berdiri, nada suaranya, dsb. Semakin banyak hal yang diamati semakin baik prosesnya.

Ketiga, berpura-puralah “masuk” ke dalam diri orang itu, persis seperti pemuda di atas masuk kedalam badut Marsha. Sekarang Anda melihat dengan cara orang itu melihat, berdiri dan berjalan dengan cara orang itu berjalan, dst.

Berpura-puralah dengan sungguh-sungguh, Anda akan mulai merasakan bagaimana state of mind orang tersebut.

Keempat, kenali perasaan Anda dan rasakan perbedaannya di tubuh Anda. Kunci rasa ini dan simpan di dalam diri Anda.

Kelima, “keluarlah” dari diri orang itu sambil membawa rasa percaya diri yang dibutuhkan. Alihkan sejanak pikiran Anda ke hal lain. Proses selesai.


Sekarang Anda sudah mampu menjadi percaya diri seperti orang tersebut. Tentu kadarnya bisa sedikit berkurang karena proses peniruan yang tidak maksimal. Namun Anda tentu bisa ulangi lagi prosesnya beberapa kali.

Sewaktu-waktu Anda butuh percaya diri, Anda tinggal “memanggil” kembali rasa itu dengan menyebutkan kata-kata tertentu, gerakan tertentu, dsb.

Semoga bermanfaat.

Resolve Model

RESOLVE Model

Setelah Anda menegetahui apa itu persuasi, sekarang kita akan bahas salah satu model di dalam persuasi. Kali ini saya akan membahas sebuah model pendekatan yang dikemukan oleh Dr. Richard Bolstad dalam membantu orang lain, yaitu RESOLVE Model.

Tadinya, model ini hanya terbatas dalam dunia terapi saja. Namun kalau ditelaah lebih dalam, maka model ini juga dapat dipakai dalam banyak hal termasuk untuk Belajar Persuasi.

Mari kita bahas akronim dari RESOLVE Model berikut ini; 

  • Resourcefull state for the practitioner

Artinya sebelum membantu orang lain, maka kita perlu berada dalam kondisi yang penuh sumber daya dahulu. Misalnya percaya diri, yakin, semangat, tenang, fokus, dll.

  • Establish rapport

Artinya membangun kearaban. Tidak ada proses yang berjalan lancar kalau tidak membangun keakraban terlebih dahulu. Silahkan baca cara membangun keakraban.

  • Specify specific outcome

Artinya kita perlu punya tujuan yang jelas. Jadi segenap energi yang dimiliki dapat diarahkan menuju outcome yang telah ditetapkan.

  • Open up client’s model of the world

Artinya kita perlu menggali, membuka, atau memahami terlebih dahulu cara pikir orang yang kita hadapi. Lalu dengan menggunakan cara pikirnya, kita masuk dan membantu menemukan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi.

  • Leading to outcome

Artinya melalui teknik komunikasi tertentu, kita mulai mengarahkan teman bicara kita menuju tujuan yang sudah kita tentukan di awal. Seperti teknik dalam artikel Cara Menawarkan Produk Kepada Konsumen.

  • Verify change

Pastikan bahwa perubahan sudah kita dapatkan. Kalau dalam penjualan bisa disebut dengan closing sales.

  • Ecological exit the precess

Lalu kita mengakhiri dengan proses yang ekologis, artinya tidak merugikan pihak manapun serta tidak dapat diterima semua bagian yang terlibat, serta mempertimbangkan manfaat jangka panjang.


Tentunya masih banyak lagi yang dapat digali dari resolve model ini. Misalnya, bagaimana jika berbagai teknik NLP digunakan dalam setiap proses di atas?

Akan seperti apa jadinya seandainya RESOLVE Model ini dipakai dalam dunia penjualan (selling)? Dapatkan model ini digunakan dalam mengajar (teaching)? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang menarik ditunggu jawabannya.