Cara Membaca Orang Lain Melalui Kata-Kata

Cara Membaca Orang Lain Dengan Kata-Kata

Melalui artikel singkat ini saya ingin berbagi tentang cara membaca orang lain melalui kata-kata. Ini merupakan salah satu penerapan NLP yang sangat  mudah dipelajari dan praktis untuk diterapkan siapa saja, termasuk Anda.

Ilmu untuk memahami orang lain sangat dibutuhkan untuk memenangkan sebuah hubungan interpersonal. Salah satu diantaranya adalah ilmu untuk ‘membaca’ karakter, kepribadian, cara berpikir, atau perilaku orang lain.

Dengan mengetahui karakter atau kepribadian seseorang, kita bisa menyesuaikan diri untuk sukses berhubungan dengannya. Kita juga bisa memprediksi perilaku yang akan ditampilkannya dalam beberapa situasi tertentu.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk membaca orang lain. Mungkin Anda pernah dengar cara membaca orang lain melalui wajah, tulisan, tanda tangan, mata, dsb. Sayangnya, beberapa ilmu tersebut sulit untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain karena membutuhkan waktu yang lama untuk dipelajari, ilmu-ilmu tersebut juga membutuhkan alat bantu, tidak praktis, hanya cocok untuk kalangan profesional, dan berbagai alasan lainnya.

Apakah Anda sudah tahu? Manusia mengungkapkan cara berpikirnya melalui bahasa yang digunakan. Oleh karena itu, kita bisa memahami cara orang lain berpikir dan kecenderungan perilakunya dengan memperhatikan kata-kata yang digunakannya.

Salah satu yang bisa dipahami dari cara berpikir seseorang adalah tentang bagaimana ia termotivasi melakukan sesuatu.

Ada dua jenis tipe orang saat mengungkapkan arah motivasinya, yaitu tipe mendekat (moving toward) dan tipe menjauh/menghindar (away from).

Tipe Mendekat (moving toward)

Adalah orang yang suka kalau diberi target, diberi sebuah tujuan, mengetahui apa untungnya jika ia mendapatkan sesuatu, dsb.

Orang-orang dengan tipe seperti ini dapat diketahui dari kata-kata yang digunakannya, seperti:

  • Menjabarkan impiannya, memperhatikan targetnya, keuntungan yang diperoleh, dan sebagainya.

Oleh karena itu, untuk mempengaruhi orang-orang dengan tipe mendekat, maka kita bisa menggunakan kata-kata seperti:

  • Mendapatkan, keuntungan yang Anda dapatkan, manfaat yang bisa diperoleh, mencapai, target, dsb.

Tipe Menjauh (away from)

Biasanya adalah orang-orang yang suka mengungkapkan kata-kata yang menjabarkan kerugian yang bakal mereka dapati, masalah yang perlu dihindari, dan sebagainya. Orang dengan tipe seperti ini termotivasi dengan menjauhi masalah, menghindari kerugian, dsb.

Oleh karena itu, untuk mempengaruhi orang-orang dengan tipe menjauh, maka kita bisa menggunakan kata-kata seperti ini:

  • Anda akan terhindar dari…, dapat menyelesaikan masalah Anda, kita dapat memperbaiki …, menyempurnakan, mari kita perhatikan kesalahannya…, Anda tidak akan rugi.., dsb.

Rambu-rambu penggunaan.

Harus diingat bahwa pengelompokan arah motivasi ini tidaklah selalu sama pada situasi. Misalnya, ada orang yang sangat Mendekat (moving toward) apabila menyangkut masalah pekerjaan (career). Namun ia bisa menjadi sangat Menjauh (away from) apabila menyangkut masalah kesehatan (health).

Demikianlah cara membaca orang lain melalui kata-kata yang diungkapkannya. Teknik ini tentu dapat dimasukkan ke dalam RESOLVE Model yang sudah kita pelajari sebelumnya.

Tentu masih banyak lagi yang lain, simak terus kelanjutannya yaa.

Semoga bermanfaat.

Apa Manfaat Belajar Persuasi

Apa Manfaat Belajar Persuasi?

Setelah mengetahui apa itu persuasi, sekarang kita perlu mengetahui kanapa kita perlu belajar persuasi. Salah satunya adalah dengan mengetahui manfaat belajar persuasi.

Berikut ini adalah beberapa bidang kehidupan yang mendapat keuntungan saat miliki kemampuan persuasi yang baik. Tentu saja manfaat persuasi tidak terbatas terhadap bidang-bidang ini saja.

Bisa dikatakan, selama menggunakan komunikasi di dalamnya, maka bidang tersebut akan memperoleh keuntungan dari persuasi yang baik.

Bagi Penjual/ Sales

Menjadi penjual yang handal yang pandai meyakinkan pelanggan. Mampu membuat orang yang tidak tertarik akhirnya menjadi merasa perlu membeli produk/ jasanya. Mampu mengatasi keberatan yang diajukan pelanggan. Persuasi yang baik tidak berorientasi jangka pendek yang hanya memperoleh keuntungan sementara, tapi berorientasi jangka panjang sampai membuat pelanggan loyal kepadanya.

Bagi karyawan

Kita tidak mungkin mengerjakan segala sesuatu sendirian. Adakalanya kita memerlukan bantuan rekan kerja atau orang lain. Saat kita memiliki kemampuan membujuk yang baik, maka orang akan dengan senang hati membantu kita.

Bagi Pebisnis/ Entrepreneur

Sudah barang tentu setiap bisnis dibangun dengan dukungan orang lain. Untuk mendapatkan dukungan mereka diperlukan komunikasi yang prima. Ingat, orang tidak melulu bekerja demi uang, oleh karena itu bisnis juga perlu dibangun dengan komunikasi yang prima. Saat miliki kemampuan persuasi yang baik, tentu saja akan menghemat banyak biaya dan dapat mempercepat pertumbuhan bisnis.

Bagi Pemimpin/ Leader

Setiap pemimpin besar memiliki keahlian dalam mempengaruhi orang lain. Perhatikan bagaimana mereka menggerakkan orang lain untuk mewujudkan visi dan misi mereka. Melalui persuasi, Anda akan belajar bagaimana caranya meyakinkan dan mempengaruhi orang lain sehingga mereka mau mengikuti dengan senang hati, tanpa paksaan apalagi ancaman.

Bagi Guru

Banyak guru yang mengeluhkan sulitnya mengatur anak-anak zaman sekarang. Padahal, ada kok guru yang disenangi murid-muridnya. Artinya, ternyata tidak setiap guru mengetahui cara berkomunikasi yang tepat kepada murid-muridnya. Maka sebenarnya tidak ada murid yang tidak bisa diatur, melainkan gurulah yang perlu lebih fleksibel menyesuaikan cara berkomunikasinya.

Bagi Orang tua

Komunikasi dengan anak-anak akan terjalin dengan baik. Anak-anak dapat menerima nasihat dengan mudah, tanpa merasa terpaksa. Sehingga kita tidak akan menjadi orang tua yang otoriter yang lebih suka memaksakan keinginan. Sebaliknya, kita akan lebih demokratis dan disenangi karena dapat berbicara dengan baik terhadap anak-anak. Ini akan meningkatkan kebahagiaan di dalam keluarga.

Demikianlah manfaat belajar persuasi di dalam berbagai bidang kehidupan.

Sekarang saatnya mengetahui salah satu model dalam belajar persuasi, yaitu RESOLVE Model.

Apa itu Persuasi

Apa itu Persuasi?

Sebelum membahas lebih jauh, mari kita mulai Belajar Persuasi dengan menanyakan definisi apa itu Persuasi. Mungkin ada di antara kita yang belum memahami apa arti dari kata tersebut.

Menurut kamus bahasa Inggris Merriam-Webster, Persuasion (kata benda) berarti:

The act of causing people to do or believe something, the act or activity of persuading people.

Mirriam-Webster Dictionary

Kita dapat menterjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia, kira-kira artinya seperti ini:

“Tindakan yang menyebabkan orang melakukan atau meyakini sesuatu, tindakan atau kegiatan yang mempengaruhi atau meyakinkan orang lain.”

Sementara menurut Cambridge Dictionary, Persuade (kata kerja) berarti:

“To make someone do or believe something by giving them a good reason to do it or by talking to that person and making them believe it”

Cambridge Dictionary

Kalau kita terjemahkan secara bebas ke dalam Bahasa Indonesia, kira-kira artinya adalah:

“Membuat seseorang melakukan atau meyakini sesuatu dengan memberikan alasan yang kuat untuk melakukannya, atau dengan berbicara kepada orang tersebut dan membuatnya meyakininya.”

Mari kita simak contoh berikut:

  • Clever salesmanship can persuade you to buy things you don’t really want. (Penjual yang cerdik bisa meyakinkan Anda untuk membeli sesuatu yang sebenarnya tidak Anda inginkan.)
  • We only need one more player for this game – can you persuade your sister to join in? (Kita hanya perlu seorang pemain tambahan untuk game ini, bisakah kau membujuk kakakmu untuk bergabung?)

Jadi, secara sederhana dapat kita simpulkan bahwa Persuasi adalah:

Kamampuan untuk membuat orang lain melakukan apa yang kita inginkan, atau kemampuan mempengaruhi orang lain sehingga meyakini ide tertentu yang kita berikan.

Setelah mengetahui definisi apa itu persuasi, sekarang muncul pertanyaan,”Kenapa kita perlu belajar persuasi?”

Simak terus artikel selanjutnya…

Cara Menjelaskan Kelebihan Produk Kita Kepada Konsumen

Cara Menjelaskan Kelebihan Produk Kita Tanpa Perlu Menjelek-jelekkan

Sebagai seorang penjual (salesman), tentu Anda pernah mendapat pertanyaan dari para pelanggan tentang keunggulan produk/ layanan yang Anda tawarkan dibandingan dengan produk/ layanan kompetitor. Bagaimana cara Anda menjelaskan kelebihan produk tersebut?

Beberapa penjual ada yang hanya menceritakan keungulan produknya saja, sementara yang lain ada yang tidak mau mengakui keunggulan produk kompetitor, dan bahkan ada yang sampai menjelek-jelekkan produk kompetitornya.

Semua itu dilakukan dengan maksud agar pelanggannya itu tertarik dengan produk/ layanannya dan memutuskan untuk membeli. Tapi apakah hal itu akan berpengaruh positif di benak pelanggan?

Sebenarnya ini adalah kesempatan yang baik untuk mempengaruhi pelanggan Anda. Cara Anda menjawab pertanyaan ini akan memberi kesan di benak pelanggan.

Saya akan membagikan kepada Anda, sebuah cara yang elegan untuk membandingkan produk/ layanan kita dengan produk kompetitor, tanpa perlu menjelek-jelekkan produk mereka. Tentu saja dengan menggunakan prinsip-prinsip cara kerja pikiran dan perilaku manusia.

Jika ada pelanggan yang bertanya kepada Anda tentang keunggulan produk/ layanan yang Anda tawarkan dibandingkan dengan produk kompetitor, yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut.

Ceritakan keunggulan produk kompetitor

Sebutkan apa saja keunggulan produk kompetitor, lalu gunakan kata “tapi” diiringi dengan kekurangan produknya. Anda harus memahami dulu apa kelebihan dan kekurangan masing-masing produk.

Ceritakan keunggulan produk kita

Selanjutkan Anda sebutkan kelemahan produk Anda dulu, baru kemudian diikuti dengan kelebihan-kelebihannya (kebalikan dari yang pertama).

Manfaatkan gesture dalam menjelaskan kelebihan produk

Sambil Anda menjelaskan kelebihan masing-masing produk, buatlah gesture tertentu yang akan dipahami oleh pikiran bawah sadar pelanggan.

Saat menjelaskan keunggulan produk kompetitor, buat gesture menggerakkan tangan seperti mengurutkan dari atas ke bawah.

Sementara saat menjelaskankeunggulan produk kita, buat gesture menggerakkan tangan seperti mengurutkan dari bawah ke atas (kebalikannya).

Oh ya, gunakan tangan kanan untuk menjelaskan produk kompetitor dan gunakan tangan kiri untuk menjelaskan produk kita. (Saat berhadapan dengan pelanggan, tangan kiri kita ada di sebelah kanan pelanggan, kanan identik dengan yang lebih baik).

Mari kita lihat contoh kalimat berikut dalam menjelaskan produk mobil A (produk Anda) dan produk mobil B (produk kompetitor).

“Mobil B lampunya sudah LED (gesture tangan kanan seperti menghitung), sudah ada sensor dan kamera parkir (gesture tangan kanan menurun), interiornya juga nyaman (gesture tangan kanan menurun),  tapi agak boros dan harganya lebih mahal. Kalau mobil A meskipun lampunya belum LED dan belum ada kamera parkir, tapi desain luarnya lebih elegan (gesture tangan kiri seperti menghitung), sparepart-nya mudah didapat (gesture tangan kiri menaik), dan harga jualnya lebih tinggi (gesture tangan kiri menaik).”

Untuk menentukan apa yang harus Anda tonjolkan dalam produk Anda, tentu saja Anda perlu ‘menggali’ dulu kriteria dari pelanggan. Yaitu apa yang dianggapnya penting dalam sebuah produk/ layanan. Masih ingat bahasan tentang RESOLVE Model kan?

Demikianlah cara membandingkan produk kita dengan produk kompetitor tanpa perlu menjelek-jelekkan. Jika masih kurang jelas, silahkan bertanya di kolom komentar.

Semoga bermanfaat.

Cara Menawarkan Produk Kepada Konsumen

Cara Menawarkan Produk Kepada Konsumen

“Pak, ini bajunya model terbaru lho, dan harga segini khusus untuk hari ini saja!” kata penjual pakaian di mall menawarkan barangnya. Tanpa basa basi, penjual ini sedang mencoba menekan “tombol” di dalam pikiran saya yang berhubungan dengan “different” dan “fast respond/ moving towards“.

Seandainya saya menggunakan kriteria itu dalam memilih pakaian, mungkin proses penjualan akan berjalan lebih baik. Namun sayangnya tidak demikian, saya memiliki kriteria lain dalam memilih pakaian.

Bagi saya, dalam memilih pakaian, pertama kali yang perlu dilihat adalah tampilannya, apakah menarik atau tidak, cocok atau tidak, dsb. Kemudian saya akan merasakan bahannya nyaman atau tidak, baru kemudian mencoba ukurannya, dan terakhir membandingkan harganya yang tidak terlalu mahal.

Kalau diringkas, kriteria saya adalah, Tampilan (Visual), kenyamanan (Kinesthetic), dan harga (Price).

Ini adalah tombol di dalam pikiran saya tentang membeli pakaian. Jadi, kalau digunakan dalam menawarkan pakaian kepada saya akan ampuh sekali.

Misalnya, penjual dapat berkata,”Pak, baju ini sangat cantik sekali motifnya, elegan sekali kalau bapak pakai. Bahannya juga bagus dan menyerap keringat, walaupun agak mahal sedikit tapi setimpal dengan kualitasnya.”

Nah, kalau begitu bahasanya sudah “kena” sekali dengan saya. Saya merasa apa yang disampaikan penjual benar-benar seperti yang saya pikirkan. Oleh karena itu, proses mengambil keputusan untuk membeli jadi lebih cepat.

Bayangkan kalau yang Anda jual adalah mobil, properti, bisnis, asuransi, dan produk-produk lain yang sedang Anda tawarkan. Seberapa banyak kerugian yang Anda atau perusahaan Anda dapatkan karena tidak mengerti cara efektif menawarkan produk kepada konsumen?

Lalu bayangkan berapa banyak peluang yang bakal Anda dapatkan saat menguasai teknik mempengaruhi seperti ini?

Setiap orang punya kriteria yang berbeda dalam mengambil keputusan. Mengetahui hal ini akan mempermudah Anda dalam mempengaruhinya. Supaya Anda dapat menemukan cara yang efektif untuk mempengaruhi konsumen Anda, apa yang perlu dilakukan?

By the way, cara menawarkan produk seperti ini bisa dimasukkan ke RESOLVE Model bagian yang mana?

Semoga bermanfaat.

Cara agar mudah akrab dengan orang lain

Cara Membangun Keakraban

Setelah memahami apa itu persuasi dan RESOLVE Model dalam persuasi. Sekarang saya akan membahas cara membangun keakraban dengan matching dan mirroring.

Pernahkah Anda melihat sepasang kekasih yang sedang berjalan
bersama? Atau dua orang sahabat karib yang sedang asyik mengobrol? Atau sekelompok anak sekolah yang berjalan dengan riang?

Apa kesamaan yang ada pada mereka?

Salah satu kesamaan yang sering dan paling mudah kita perhatikan adalah kesamaan Fisiologis.

Menurut NLP, kesamaan fisiologis merupakan salah satu tanda (indikator) bahwa keakraban (rapport) sudah terjalin. Kesamaan ini tentunya terjadi tanpa disadari (terjadi di pikiran bawah sadar) mereka. Sebaliknya, apabila kita ingin memunculkan keakraban, maka yang kita lakukan adalah menyamakan fisiologisnya.

Menyamakan fisiologis ini, di dalam NLP disebut dengan matching dan mirroring. 

Matching artinya menyamakan apa yang ada pada diri teman bicara persis seperti apa yang mereka lakukan. Sementara mirroring (bercermin) artinya melakukan gerakan seperti cermin pada teman bicara.

Cara Agar Mudah Akrab Dengan Orang LainFoto di samping ini diambil di sela-sela pelatihan yang saya selenggarakan. Dua orang peserta pelatihan, yang memang sahabat akrab sedang asyik mengobrol. Apakah anda memperhatikan bagaimana fisiologis kedua sahabat tersebut?

Kedua sahabat karib ini, tanpa disadari sedang melakukan posisi mirroring (bercermin). Disebut mirroring karena salah seorang menjadi bayangan dari orang yang lainnya. Apa kesamaan yang dapat Anda amati?

Anda mungkin dapat mengamati bahwa kesamaan fisiologis yang terdapat dari foto di atas adalah;

  • posisi tubuh duduk,
  • kocondongan tubuh,
  • menyilangkan kaki kanan,
  • posisi tangan kanan di pangkuan, dan
  • kesejajaran posisi pandangan.

Hal ini tentu terjadi di bawah kesadaran, alias tidak disengaja dan di luar kendali mereka.

Kalau foto ini adalah video, mungkin kita bisa menganalisa bagaimana proses tersebut bisa terjadi, seperti yang dipraktikkan di kelas pelatihan. Melalui praktik langsung, kita juga bisa mengetahui siapa yang sedang mengarahkan (memimpin) jalannya pembicaraan.

Jadi pada prinsipnya, kita melakukan penyamaan fisiologis untuk membangun keakraban. Proses menyamakan fisiologis ini harus dilakukan secara samar-samar, tidak kentara (subtle/ hidden) agar teman bicara tidak mengamatinya secara sadar. Apabila kita terlalu jelas menyamakan, bisa jadi teman bicara menganggap kita sedang mengejek atau tidak menghargainya.

Apa saja kesamaan fisiologis yang dapat kita lakukan?

  1. Samakan postur. Apabila teman bicara berdiri maka anda juga berdiri, perhatikan juga bagaimana cara ia berdiri, dst.
  2. Kecondongan. Imbangi kecondongan tubuh teman bicara, perhatikan arahnya.
  3. Gesture. perhatikan bagaimana gerakan-gerakan yang ia lakukan lalu tiru secara samar-samar dan tidak langsung.
  4. Kecepatan gerakan. Apabila pembicaraan dilakukan sambil bergerak, misalnya berjalan, maka samakan kecepatan dan irama berjalannya.
  5. Senyum dan ekspresi. Teman bicara akan merasa akrab apabila bawah sadarnya menangkap kesamaan emosi melalui senyuman dan ekspresi yang kita munculkan.

Lady Diana Matching ChildrenSekarang, setelah mengetahui kesamaan apa yang perlu dibangun untuk menciptakan keakraban (rapport), coba perhatikan foto Lady Diana berikut. Dapatkah Anda mengetahui kesamaan apa saja yang dilakukan Lady Diana untuk membangun keakraban kepada anak-anak tersebut?

Tuliskan jawaban Anda di kolom komentar yaa…

Demikianlah cara membangun keakraban melalui matching dan mirroring. Ikuti terus pembahasan tentang persuasi dan NLP di website ini.

Semoga bermanfaat.

Belajar Percaya Diri Dari Badut Marsha

Belajar Percaya Diri Dari Badut Marsha

Saat melihat badut Marsya menari-nari di perhentian lampu merah
jalan Margonda Raya, saya mendapatkan inspirasi untuk belajar percaya diri bagi teman-teman.

Seperti Anda tahu, percaya diri sangat dibutuhkan dalam melakukan persuasi. Saya sudah pernah bahas di tulisan RESOLVE MODEL.

Badut Marsya berwarna biru muda itu, demi mendapatkan pemberian pengendara, menari-nari menggoyangkan tubuhnya sedemikian rupa untuk menarik perhatian.

Cara jalannya sambil setengah melompat terlihat ceria, goyangan pinggulnya patah-patah, tubuhnya meliuk-liuk, dan kepalanya mengangguk-angguk. Mirip sekali seperti kelakuan si Marsha, dalam film kartun “Marsha and the Bear.

Saya pernah melihat siapa orang di dalam badut Marsya itu di lampu merah yang sama. Seorang pemuda berkulit coklat sedikit agak tinggi, terlihat agak serius orangnya.

Pernah, sambil mengenakan pakaian Marsya, ia membuka “topeng” nya. Mungkin karena panas yang bersangatan, juga terbatasnya udara di dalam topeng Marsha itu, keringat pun mengalir deras di wajahnya.

Dan anehnya, perilakunya pun berubah seketika menjadi serius, pendiam dan kaku, tak seperti Marsha lagi saat melepas “topeng” itu.

Lalu apa hubungannya dengan Belajar Percaya Diri?

Manusia punya kemampuan merubah kondisi pikiran secara seketika. Kita bisa lihat dari kejadian badut Marsha jalanan itu. Dengan bekal pakaian tertentu, ia bisa merubah pikiran dan perilakunya secara drastis 180 derajat.

Bayangkan, seorang pemuda serius dan pendiam, bisa “menjadi” kekanak-kanakan seperti Marsha.

Di dalam ilmu NLP (Neuro-Linguistic Programming), kalau perilaku yang kelihatan sudah berubah, pasti diikuti juga dengan perubahan kondisi pikiran atau kita biasa menyebutnya state of mind.

Melalui kejadian di atas kita bisa menciptakan teknik merubah state of mind ini. Tapi tentu saja kita tidak harus repot-repot menjadi badut dulu.

Bagaimana caranya?

Pertama, pikirkanlah seseorang yang Anda anggap memiliki Kepercayaan Diri yang sangat tinggi. Tokoh publik, artis dan model, pembicara hebat, guru atau dosen, orang tua, saudara, bisa siapa saja.

Kedua, amatilah perilakunya, gerak-geriknya, ekspresi wajahnya, tatapan matanya, senyumannya, cara ia berjalan, caranya berdiri, nada suaranya, dsb. Semakin banyak hal yang diamati semakin baik prosesnya.

Ketiga, berpura-puralah “masuk” ke dalam diri orang itu, persis seperti pemuda di atas masuk kedalam badut Marsha. Sekarang Anda melihat dengan cara orang itu melihat, berdiri dan berjalan dengan cara orang itu berjalan, dst.

Berpura-puralah dengan sungguh-sungguh, Anda akan mulai merasakan bagaimana state of mind orang tersebut.

Keempat, kenali perasaan Anda dan rasakan perbedaannya di tubuh Anda. Kunci rasa ini dan simpan di dalam diri Anda.

Kelima, “keluarlah” dari diri orang itu sambil membawa rasa percaya diri yang dibutuhkan. Alihkan sejanak pikiran Anda ke hal lain. Proses selesai.


Sekarang Anda sudah mampu menjadi percaya diri seperti orang tersebut. Tentu kadarnya bisa sedikit berkurang karena proses peniruan yang tidak maksimal. Namun Anda tentu bisa ulangi lagi prosesnya beberapa kali.

Sewaktu-waktu Anda butuh percaya diri, Anda tinggal “memanggil” kembali rasa itu dengan menyebutkan kata-kata tertentu, gerakan tertentu, dsb.

Semoga bermanfaat.

Resolve Model

RESOLVE Model

Setelah Anda menegetahui apa itu persuasi, sekarang kita akan bahas salah satu model di dalam persuasi. Kali ini saya akan membahas sebuah model pendekatan yang dikemukan oleh Dr. Richard Bolstad dalam membantu orang lain, yaitu RESOLVE Model.

Tadinya, model ini hanya terbatas dalam dunia terapi saja. Namun kalau ditelaah lebih dalam, maka model ini juga dapat dipakai dalam banyak hal termasuk untuk Belajar Persuasi.

Mari kita bahas akronim dari RESOLVE Model berikut ini; 

  • Resourcefull state for the practitioner

Artinya sebelum membantu orang lain, maka kita perlu berada dalam kondisi yang penuh sumber daya dahulu. Misalnya percaya diri, yakin, semangat, tenang, fokus, dll.

  • Establish rapport

Artinya membangun kearaban. Tidak ada proses yang berjalan lancar kalau tidak membangun keakraban terlebih dahulu. Silahkan baca cara membangun keakraban.

  • Specify specific outcome

Artinya kita perlu punya tujuan yang jelas. Jadi segenap energi yang dimiliki dapat diarahkan menuju outcome yang telah ditetapkan.

  • Open up client’s model of the world

Artinya kita perlu menggali, membuka, atau memahami terlebih dahulu cara pikir orang yang kita hadapi. Lalu dengan menggunakan cara pikirnya, kita masuk dan membantu menemukan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi.

  • Leading to outcome

Artinya melalui teknik komunikasi tertentu, kita mulai mengarahkan teman bicara kita menuju tujuan yang sudah kita tentukan di awal. Seperti teknik dalam artikel Cara Menawarkan Produk Kepada Konsumen.

  • Verify change

Pastikan bahwa perubahan sudah kita dapatkan. Kalau dalam penjualan bisa disebut dengan closing sales.

  • Ecological exit the precess

Lalu kita mengakhiri dengan proses yang ekologis, artinya tidak merugikan pihak manapun serta tidak dapat diterima semua bagian yang terlibat, serta mempertimbangkan manfaat jangka panjang.


Tentunya masih banyak lagi yang dapat digali dari resolve model ini. Misalnya, bagaimana jika berbagai teknik NLP digunakan dalam setiap proses di atas?

Akan seperti apa jadinya seandainya RESOLVE Model ini dipakai dalam dunia penjualan (selling)? Dapatkan model ini digunakan dalam mengajar (teaching)? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang menarik ditunggu jawabannya.