Cara Membaca Orang Lain Melalui Kata-Kata

Cara Membaca Orang Lain Dengan Kata-Kata

Melalui artikel singkat ini saya ingin berbagi tentang cara membaca orang lain melalui kata-kata. Ini merupakan salah satu penerapan NLP yang sangat  mudah dipelajari dan praktis untuk diterapkan siapa saja, termasuk Anda.

Ilmu untuk memahami orang lain sangat dibutuhkan untuk memenangkan sebuah hubungan interpersonal. Salah satu diantaranya adalah ilmu untuk ‘membaca’ karakter, kepribadian, cara berpikir, atau perilaku orang lain.

Dengan mengetahui karakter atau kepribadian seseorang, kita bisa menyesuaikan diri untuk sukses berhubungan dengannya. Kita juga bisa memprediksi perilaku yang akan ditampilkannya dalam beberapa situasi tertentu.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk membaca orang lain. Mungkin Anda pernah dengar cara membaca orang lain melalui wajah, tulisan, tanda tangan, mata, dsb. Sayangnya, beberapa ilmu tersebut sulit untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain karena membutuhkan waktu yang lama untuk dipelajari, ilmu-ilmu tersebut juga membutuhkan alat bantu, tidak praktis, hanya cocok untuk kalangan profesional, dan berbagai alasan lainnya.

Apakah Anda sudah tahu? Manusia mengungkapkan cara berpikirnya melalui bahasa yang digunakan. Oleh karena itu, kita bisa memahami cara orang lain berpikir dan kecenderungan perilakunya dengan memperhatikan kata-kata yang digunakannya.

Salah satu yang bisa dipahami dari cara berpikir seseorang adalah tentang bagaimana ia termotivasi melakukan sesuatu.

Ada dua jenis tipe orang saat mengungkapkan arah motivasinya, yaitu tipe mendekat (moving toward) dan tipe menjauh/menghindar (away from).

Tipe Mendekat (moving toward)

Adalah orang yang suka kalau diberi target, diberi sebuah tujuan, mengetahui apa untungnya jika ia mendapatkan sesuatu, dsb.

Orang-orang dengan tipe seperti ini dapat diketahui dari kata-kata yang digunakannya, seperti:

  • Menjabarkan impiannya, memperhatikan targetnya, keuntungan yang diperoleh, dan sebagainya.

Oleh karena itu, untuk mempengaruhi orang-orang dengan tipe mendekat, maka kita bisa menggunakan kata-kata seperti:

  • Mendapatkan, keuntungan yang Anda dapatkan, manfaat yang bisa diperoleh, mencapai, target, dsb.

Tipe Menjauh (away from)

Biasanya adalah orang-orang yang suka mengungkapkan kata-kata yang menjabarkan kerugian yang bakal mereka dapati, masalah yang perlu dihindari, dan sebagainya. Orang dengan tipe seperti ini termotivasi dengan menjauhi masalah, menghindari kerugian, dsb.

Oleh karena itu, untuk mempengaruhi orang-orang dengan tipe menjauh, maka kita bisa menggunakan kata-kata seperti ini:

  • Anda akan terhindar dari…, dapat menyelesaikan masalah Anda, kita dapat memperbaiki …, menyempurnakan, mari kita perhatikan kesalahannya…, Anda tidak akan rugi.., dsb.

Rambu-rambu penggunaan.

Harus diingat bahwa pengelompokan arah motivasi ini tidaklah selalu sama pada situasi. Misalnya, ada orang yang sangat Mendekat (moving toward) apabila menyangkut masalah pekerjaan (career). Namun ia bisa menjadi sangat Menjauh (away from) apabila menyangkut masalah kesehatan (health).

Demikianlah cara membaca orang lain melalui kata-kata yang diungkapkannya. Teknik ini tentu dapat dimasukkan ke dalam RESOLVE Model yang sudah kita pelajari sebelumnya.

Tentu masih banyak lagi yang lain, simak terus kelanjutannya yaa.

Semoga bermanfaat.

Apa Manfaat Belajar Persuasi

Apa Manfaat Belajar Persuasi?

Setelah mengetahui apa itu persuasi, sekarang kita perlu mengetahui kanapa kita perlu belajar persuasi. Salah satunya adalah dengan mengetahui manfaat belajar persuasi.

Berikut ini adalah beberapa bidang kehidupan yang mendapat keuntungan saat miliki kemampuan persuasi yang baik. Tentu saja manfaat persuasi tidak terbatas terhadap bidang-bidang ini saja.

Bisa dikatakan, selama menggunakan komunikasi di dalamnya, maka bidang tersebut akan memperoleh keuntungan dari persuasi yang baik.

Bagi Penjual/ Sales

Menjadi penjual yang handal yang pandai meyakinkan pelanggan. Mampu membuat orang yang tidak tertarik akhirnya menjadi merasa perlu membeli produk/ jasanya. Mampu mengatasi keberatan yang diajukan pelanggan. Persuasi yang baik tidak berorientasi jangka pendek yang hanya memperoleh keuntungan sementara, tapi berorientasi jangka panjang sampai membuat pelanggan loyal kepadanya.

Bagi karyawan

Kita tidak mungkin mengerjakan segala sesuatu sendirian. Adakalanya kita memerlukan bantuan rekan kerja atau orang lain. Saat kita memiliki kemampuan membujuk yang baik, maka orang akan dengan senang hati membantu kita.

Bagi Pebisnis/ Entrepreneur

Sudah barang tentu setiap bisnis dibangun dengan dukungan orang lain. Untuk mendapatkan dukungan mereka diperlukan komunikasi yang prima. Ingat, orang tidak melulu bekerja demi uang, oleh karena itu bisnis juga perlu dibangun dengan komunikasi yang prima. Saat miliki kemampuan persuasi yang baik, tentu saja akan menghemat banyak biaya dan dapat mempercepat pertumbuhan bisnis.

Bagi Pemimpin/ Leader

Setiap pemimpin besar memiliki keahlian dalam mempengaruhi orang lain. Perhatikan bagaimana mereka menggerakkan orang lain untuk mewujudkan visi dan misi mereka. Melalui persuasi, Anda akan belajar bagaimana caranya meyakinkan dan mempengaruhi orang lain sehingga mereka mau mengikuti dengan senang hati, tanpa paksaan apalagi ancaman.

Bagi Guru

Banyak guru yang mengeluhkan sulitnya mengatur anak-anak zaman sekarang. Padahal, ada kok guru yang disenangi murid-muridnya. Artinya, ternyata tidak setiap guru mengetahui cara berkomunikasi yang tepat kepada murid-muridnya. Maka sebenarnya tidak ada murid yang tidak bisa diatur, melainkan gurulah yang perlu lebih fleksibel menyesuaikan cara berkomunikasinya.

Bagi Orang tua

Komunikasi dengan anak-anak akan terjalin dengan baik. Anak-anak dapat menerima nasihat dengan mudah, tanpa merasa terpaksa. Sehingga kita tidak akan menjadi orang tua yang otoriter yang lebih suka memaksakan keinginan. Sebaliknya, kita akan lebih demokratis dan disenangi karena dapat berbicara dengan baik terhadap anak-anak. Ini akan meningkatkan kebahagiaan di dalam keluarga.

Demikianlah manfaat belajar persuasi di dalam berbagai bidang kehidupan.

Sekarang saatnya mengetahui salah satu model dalam belajar persuasi, yaitu RESOLVE Model.

Cara Menjelaskan Kelebihan Produk Kita Kepada Konsumen

Cara Menjelaskan Kelebihan Produk Kita Tanpa Perlu Menjelek-jelekkan

Sebagai seorang penjual (salesman), tentu Anda pernah mendapat pertanyaan dari para pelanggan tentang keunggulan produk/ layanan yang Anda tawarkan dibandingan dengan produk/ layanan kompetitor. Bagaimana cara Anda menjelaskan kelebihan produk tersebut?

Beberapa penjual ada yang hanya menceritakan keungulan produknya saja, sementara yang lain ada yang tidak mau mengakui keunggulan produk kompetitor, dan bahkan ada yang sampai menjelek-jelekkan produk kompetitornya.

Semua itu dilakukan dengan maksud agar pelanggannya itu tertarik dengan produk/ layanannya dan memutuskan untuk membeli. Tapi apakah hal itu akan berpengaruh positif di benak pelanggan?

Sebenarnya ini adalah kesempatan yang baik untuk mempengaruhi pelanggan Anda. Cara Anda menjawab pertanyaan ini akan memberi kesan di benak pelanggan.

Saya akan membagikan kepada Anda, sebuah cara yang elegan untuk membandingkan produk/ layanan kita dengan produk kompetitor, tanpa perlu menjelek-jelekkan produk mereka. Tentu saja dengan menggunakan prinsip-prinsip cara kerja pikiran dan perilaku manusia.

Jika ada pelanggan yang bertanya kepada Anda tentang keunggulan produk/ layanan yang Anda tawarkan dibandingkan dengan produk kompetitor, yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut.

Ceritakan keunggulan produk kompetitor

Sebutkan apa saja keunggulan produk kompetitor, lalu gunakan kata “tapi” diiringi dengan kekurangan produknya. Anda harus memahami dulu apa kelebihan dan kekurangan masing-masing produk.

Ceritakan keunggulan produk kita

Selanjutkan Anda sebutkan kelemahan produk Anda dulu, baru kemudian diikuti dengan kelebihan-kelebihannya (kebalikan dari yang pertama).

Manfaatkan gesture dalam menjelaskan kelebihan produk

Sambil Anda menjelaskan kelebihan masing-masing produk, buatlah gesture tertentu yang akan dipahami oleh pikiran bawah sadar pelanggan.

Saat menjelaskan keunggulan produk kompetitor, buat gesture menggerakkan tangan seperti mengurutkan dari atas ke bawah.

Sementara saat menjelaskankeunggulan produk kita, buat gesture menggerakkan tangan seperti mengurutkan dari bawah ke atas (kebalikannya).

Oh ya, gunakan tangan kanan untuk menjelaskan produk kompetitor dan gunakan tangan kiri untuk menjelaskan produk kita. (Saat berhadapan dengan pelanggan, tangan kiri kita ada di sebelah kanan pelanggan, kanan identik dengan yang lebih baik).

Mari kita lihat contoh kalimat berikut dalam menjelaskan produk mobil A (produk Anda) dan produk mobil B (produk kompetitor).

“Mobil B lampunya sudah LED (gesture tangan kanan seperti menghitung), sudah ada sensor dan kamera parkir (gesture tangan kanan menurun), interiornya juga nyaman (gesture tangan kanan menurun),  tapi agak boros dan harganya lebih mahal. Kalau mobil A meskipun lampunya belum LED dan belum ada kamera parkir, tapi desain luarnya lebih elegan (gesture tangan kiri seperti menghitung), sparepart-nya mudah didapat (gesture tangan kiri menaik), dan harga jualnya lebih tinggi (gesture tangan kiri menaik).”

Untuk menentukan apa yang harus Anda tonjolkan dalam produk Anda, tentu saja Anda perlu ‘menggali’ dulu kriteria dari pelanggan. Yaitu apa yang dianggapnya penting dalam sebuah produk/ layanan. Masih ingat bahasan tentang RESOLVE Model kan?

Demikianlah cara membandingkan produk kita dengan produk kompetitor tanpa perlu menjelek-jelekkan. Jika masih kurang jelas, silahkan bertanya di kolom komentar.

Semoga bermanfaat.

Cara Menawarkan Produk Kepada Konsumen

Cara Menawarkan Produk Kepada Konsumen

“Pak, ini bajunya model terbaru lho, dan harga segini khusus untuk hari ini saja!” kata penjual pakaian di mall menawarkan barangnya. Tanpa basa basi, penjual ini sedang mencoba menekan “tombol” di dalam pikiran saya yang berhubungan dengan “different” dan “fast respond/ moving towards“.

Seandainya saya menggunakan kriteria itu dalam memilih pakaian, mungkin proses penjualan akan berjalan lebih baik. Namun sayangnya tidak demikian, saya memiliki kriteria lain dalam memilih pakaian.

Bagi saya, dalam memilih pakaian, pertama kali yang perlu dilihat adalah tampilannya, apakah menarik atau tidak, cocok atau tidak, dsb. Kemudian saya akan merasakan bahannya nyaman atau tidak, baru kemudian mencoba ukurannya, dan terakhir membandingkan harganya yang tidak terlalu mahal.

Kalau diringkas, kriteria saya adalah, Tampilan (Visual), kenyamanan (Kinesthetic), dan harga (Price).

Ini adalah tombol di dalam pikiran saya tentang membeli pakaian. Jadi, kalau digunakan dalam menawarkan pakaian kepada saya akan ampuh sekali.

Misalnya, penjual dapat berkata,”Pak, baju ini sangat cantik sekali motifnya, elegan sekali kalau bapak pakai. Bahannya juga bagus dan menyerap keringat, walaupun agak mahal sedikit tapi setimpal dengan kualitasnya.”

Nah, kalau begitu bahasanya sudah “kena” sekali dengan saya. Saya merasa apa yang disampaikan penjual benar-benar seperti yang saya pikirkan. Oleh karena itu, proses mengambil keputusan untuk membeli jadi lebih cepat.

Bayangkan kalau yang Anda jual adalah mobil, properti, bisnis, asuransi, dan produk-produk lain yang sedang Anda tawarkan. Seberapa banyak kerugian yang Anda atau perusahaan Anda dapatkan karena tidak mengerti cara efektif menawarkan produk kepada konsumen?

Lalu bayangkan berapa banyak peluang yang bakal Anda dapatkan saat menguasai teknik mempengaruhi seperti ini?

Setiap orang punya kriteria yang berbeda dalam mengambil keputusan. Mengetahui hal ini akan mempermudah Anda dalam mempengaruhinya. Supaya Anda dapat menemukan cara yang efektif untuk mempengaruhi konsumen Anda, apa yang perlu dilakukan?

By the way, cara menawarkan produk seperti ini bisa dimasukkan ke RESOLVE Model bagian yang mana?

Semoga bermanfaat.

Resolve Model

RESOLVE Model

Setelah Anda menegetahui apa itu persuasi, sekarang kita akan bahas salah satu model di dalam persuasi. Kali ini saya akan membahas sebuah model pendekatan yang dikemukan oleh Dr. Richard Bolstad dalam membantu orang lain, yaitu RESOLVE Model.

Tadinya, model ini hanya terbatas dalam dunia terapi saja. Namun kalau ditelaah lebih dalam, maka model ini juga dapat dipakai dalam banyak hal termasuk untuk Belajar Persuasi.

Mari kita bahas akronim dari RESOLVE Model berikut ini; 

  • Resourcefull state for the practitioner

Artinya sebelum membantu orang lain, maka kita perlu berada dalam kondisi yang penuh sumber daya dahulu. Misalnya percaya diri, yakin, semangat, tenang, fokus, dll.

  • Establish rapport

Artinya membangun kearaban. Tidak ada proses yang berjalan lancar kalau tidak membangun keakraban terlebih dahulu. Silahkan baca cara membangun keakraban.

  • Specify specific outcome

Artinya kita perlu punya tujuan yang jelas. Jadi segenap energi yang dimiliki dapat diarahkan menuju outcome yang telah ditetapkan.

  • Open up client’s model of the world

Artinya kita perlu menggali, membuka, atau memahami terlebih dahulu cara pikir orang yang kita hadapi. Lalu dengan menggunakan cara pikirnya, kita masuk dan membantu menemukan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi.

  • Leading to outcome

Artinya melalui teknik komunikasi tertentu, kita mulai mengarahkan teman bicara kita menuju tujuan yang sudah kita tentukan di awal. Seperti teknik dalam artikel Cara Menawarkan Produk Kepada Konsumen.

  • Verify change

Pastikan bahwa perubahan sudah kita dapatkan. Kalau dalam penjualan bisa disebut dengan closing sales.

  • Ecological exit the precess

Lalu kita mengakhiri dengan proses yang ekologis, artinya tidak merugikan pihak manapun serta tidak dapat diterima semua bagian yang terlibat, serta mempertimbangkan manfaat jangka panjang.


Tentunya masih banyak lagi yang dapat digali dari resolve model ini. Misalnya, bagaimana jika berbagai teknik NLP digunakan dalam setiap proses di atas?

Akan seperti apa jadinya seandainya RESOLVE Model ini dipakai dalam dunia penjualan (selling)? Dapatkan model ini digunakan dalam mengajar (teaching)? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang menarik ditunggu jawabannya.